8 KOTAK DI KELAS MEMBUMI

Oleh: Sofyanto

Ketua Umum Pendiks Geonusa Periode 2024-2028  / Guru SMAN 15 Medan

Kelas Membumi

“Apakah ada yang ingin ditanyakan?” Sebuah kalimat klasik diucapkan guru di sesi akhir pembelajaran. 

Saat kata-kata tersebut disampaikan guru di kelas, maka kesibukan siswa mulai bergaram saat duduk di kursinya. Kepura-puraan sikap dan aktivitas seperti membaca buku, membongkar isi tas, mencoret-coret buku tulis, meletakan jari telunjuk di kepala. Respon diberikan siswa agar guru menyadari bawah mereka sudah memahami isi materi pembelajaran yang disajikan. Rekasi itu bisa membawa pengaruh pada kemampuan siswa pada asemen akhir pembelajaran.

Peristiwa tanpa sadar akan memunculkan respon guru berlebihan seperti marah-marah karena tidak dihargai sehingga berakibat munculnya penyakit darah tinggi, jantung, kolestrol, asam urat pada diri guru. Selayaknya tindakan sederhana bisa dilakukan guru dengan hati sabar dan berdo’a agar semua masalah itu bisa dipecahkan. Tindakan efektif menyadarkan diri siswa dari pembelajaran bermakna dan menyenangkan.

Guru melakukan evaluasi dan refleksi diri dari pembelajaran yang dilakukan sebelumnya. Sadar bahwa masalah berasal dari guru yang kurang optimal terhadap kemampuan mengelola kelasnya. Guru menyajikan materi secara monoton tanpa media dan bahan pembelajaran; terjadi interaksi komunikasi hanya dua arah; tidak menginspirasi siswa yang disampaikan; pertanyaan tidak menarik untuk memancing keingintahuan siswa yang sesuai realita terjadi disekitarnya.

WhatsApp Image 2026-06-02 at 22.33.34
Sofyanto - Ketua Umum Pendiks Geonusa Periode 2024-2028  / Guru SMAN 15 Medan

Interaksi terjadi di kelas, tidak optimal karena penyampai dan penerima pesan tidak sampai dengan tepat untuk memahaminya. Sebagaimana menurut Vygotsky (1978) dalam teori perkembangan sosialnya menekankan bahwa interaksi sosial, termasuk komunikasi antara siswa dan guru, sangat penting dalam membangun pemahaman dan meningkatkan keterampilan kognitif. Pertanyaan membantu siswa berkembang dari apa yang mereka bisa lakukan sendiri ke apa yang bisa mereka capai dengan bimbingan.

Guru kurang mempersiapkan pertanyaan kritis disekitar kehidupan siswa untuk berpikir kritis sehingga dapat dipecahkan bersama dalam sebuah pembelajaran. Dipengaruhi pula komunikasi yang monoton sehingga sulit untuk dipahami. Menurut Brookfield (1995) bahwa pertanyaan kritis dalam pembelajaran memungkinkan siswa untuk lebih aktif dalam proses berpikir reflektif dan meningkatkan pemahaman mereka.

Jika perbaikan tidak dilakukan, akan dapat mempengaruhi siswa dalam jangka panjang. Keberanian bertanya tidak berkembang, kepercayaan diri tidak tumbuh dalam dirinya dan komunikasi menghambat proses interkasi di kelas. Diam siswa di kelas dapat menghambat motorik perkembangan tumbuh kembangnya fisik siswa. Semua perlu pemecahannya.

Metode dan teknik pembelajaran klasik bisa membantu guru memecahan masalah dirinya menghadapi pembelajaran bersama siswa. Metode dan teknik dapat dimodifikasi secara mudah dan murah diimplementasikan di kelas membumi sebagai istilah untuk kelas geografi. Pencapaian tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan menyesuaikan perubahan pada diri guru untuk membantu siswa dalam proses pembelajarannya.

Implementasi 8 Kotak

Mengelola kelas membumi dilakukan dengan metode tanya jawab dengan teknik 8 kotak sebagai alternatif untuk memecahkan masalah pembelajaran geografi. Implementasi 8 kotak dengan mempersiapkan perlengkapan sebelum memulai pembelajaran. Perlengkapan muda diperoleh dan dengan harga relatif murah dibandingkan dengan perlengakapan lain. Perlengkapan diantaranya:

  • Kertas HVS ukuran legal/A4 sejumlah siswa di kelas disediakan guru;
  • Pulpen masing-masing siswa untuk menulis pertanyaan dan jawaban;
  • Peluit sebagai intsruksi suara untuk peralihan gerakan selanjutnya.

Implementasi metode tanya jawab teknik 8 kotak dalam pembelajaran di kelas dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Pertama: Guru membimbing siswa melipat kertas HVS dengan tiga kali tahapan lipatan secara bertahap yaitu lembar kertas dilipat menjadi dua bagian; terus dilipat kembali menjadi dua bagian lebih kecil dan sampai tiga lipatan terkahir;
  • Kedua: Guru mengarahkan untuk membuka hasil lipatan, sehingga terbentuk pola 8 kotak pada kertas seperti contoh dibawah ini;

Gambar. Pola 8 Kotak

  • Ketiga: Siswa menuliskan nama dibagian sudut kotak paling kiri atas;
  • Keempat: Guru membimbing siswa menuliskan 5 pertanyaan dibawah namanya dengan tulisan huruf relatif kecil pada sudut kiri atas kotak. Pertanyaan dapat dimodifikasi sesuai level tingkat berpikir materi yang sedang diajarkan;

 

Contoh pertanyaan desa – kota:

  1. Apakah pernah mengunjungi desa yang jauh dari lokasi rumahmu
  2. Menggunakan transportasi apa untuk bisa sampai disana
  3. Perbedaan apa yang temukan dari tempat tinggalmu
  4. Apa yang menjadikan terkesan dari lokasi tersebut
  5. Bagaimana pengalaman dari pembelajaran saat ini?

 

Contoh pertanyaan flora dan fauna:

  1. Apakah pernah mengunnjungi hutan mangrove?
  2. Jenis flora & fauna yang ditemukan di ekosistem tersebut?
  3. Mengapa habitat flora & fauna tersebut tumbuh dan berkembang?
  4. Masalah yang ditemukan dari kondisi hutan itu?
  5. Gambarkan (emotion) perasaan saat ini

 

Contoh pertanyaan pemanfaatan peta atau konsep lokasi dan jarak:

  1. Apakah pernah memanfaatkan google map?
  2. Apakah punya pengalaman salah arah jalan / titik lokasi dengan google map
  3. Apa yang dilakukan saat salah jalan menuju lokasi
  4. Fasilitas apa saja yang ada di google map
  5. Satu kata untuk pembelajaran hari ini

 

Contoh pertanyaan kebencanaan:

  1. Pernahkan mengalami kebanjiran?
  2. Dimanakah lokasi banjir?
  3. Apa yang menyebabkan banjir tersebut?
  4. Bagaimana cara mengatasi banjir di daerahmu?
  5. Apa yang membuatmu terkesan cara bertanya saat ini?
  • Kelima: Guru membimbing siswa bertanya kepada siswa lain secara bergantian di lokasi berbeda dengan menuliskan nama dan jawaban pada kotak bagian yang tersedia;

Gambar. Pola Kotak Pertanyaan dan Jawaban

 

  • Keenam: Guru memberikan arahan untuk aba-aba atau tanda dimulai bertanya, berpindah ke siswa lain dan berakhir dengan duduk diposisi awal misalnya gunakan peluit sesuai waktu ditentukan;
  • Ketujuh: Guru memfasilitasi siswa untuk membacakan jawaban di kertas dengan mengambil sampel acak siswa tertentu. Guru melakukan pencocokan penulisan yang dibacakan dengan siswa sebagai penjawab pertanyaan untuk melihat kesesuaian kebenaran jawaban tersebut. Kertas yang ditulis pertanyaan dan jawaban menjadi portofolio masing-masing siswa. Proses aktivitas pembelajaran siswa berkesadaran, bermakna dan menyenangkan karena ada interaksi sesama siswa dalam pembelajaran;
  • Kedelapan: Guru bersama siswa menyimpulkan, ambil keputusan, melakukan evaluasi dan refleksi pembelajaran bersama untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya.

 

            Video praktik pembelajaran dapat ditonton melalui tautan tiktok dan facebook di bawah ini:

Proses pembelajaran di ruang kelas jika memiliki luasan cukup bergerak secara rotasi cepat dari meja satu ke meja lain. Kegiatan pembelajaran akan lebih aktif, seru dan menyenangkan di halaman sekolah dengan pepohonan yang rimbun. Di luar kelas memudahan siswa lebih leluasa bergerak dari posisi satu dengan lain. Posisi relatif jauh antara guru dan siswa akan mempengaruhi pengawasan yang dilakukan.

Memanfaatkan peluit dan iringan musik di luar kelas menjadikan kelas lebih membumi dengan lingkungan sekitar. Semua skenario pembelajaran tergantung kepada kesiapan guru dalam memfasilitasi pembelajaran tersebut.

 

Capaian Pembelajaran

Pembelajaran geografi diharapkan adanya capaian dari proses aktivitas yang dilakukan siswa. Diantara capaian ialah:

  • Meningkatkan keberanian dan percaya diri siswa bertanya melalui interkasi antar siswa;
  • Menumbuhkan keterampilan mendengar dan menulis dari jawaban siswa;
  • Berkembang motorik siswa melalui gerakan berpindah satu tempat ke tempat siswa berada;
  • Melatih kemampuan berpikir kritis dan cepat terhadap permasalahan disekitarnya;
  • Mampu mengambil keputusan terhadap simpulkan jawaban-jawaban bervariasi antar siswa;

 

Evaluasi dan Refleksi

Proses pembelajaran memanfaatkan kertas HVS dengan metode tanya jawab teknik 8 kotak, guru dapat mengetahui karakter, tingkat kemampuan pengetahuan, keterampilan siswa di kelas. Melalui observasi pengamatan dan pengawasan menemukan yang belum ditemukan dalam pembelajaran lainnya:

  • Siswa memindahkan salinan jawaban dari lembar kertas siswa lain tanpa bertanya secara langsung;
  • Siswa bergerombol saling menyalin jawaban yang sudah ada dari siswa lain secara bergantian;
  • Kesalahan memahami instruksi guru dengan menuliskan jawaban dengan 1 pertanyaan pada setiap bagian kotak;
  • Malas bergerak sehingga siswa lebih memilih menunggu siswa lain untuk datang padanya;
  • Bersemangat bergerak mendatangi siswa lain namun tidak mendapatkan jawaban sesuai harapan;
  • Seluruh kotak terisi dengan jawaban karena cepat bergerak secara mandiri;
  • Siswa punya keberanian bertanya, mendengar dan menulis jawaban dengan baik;
  • Punya keterampilan mendengar dan menyalin jawaban sesuai yang diucapkan untuk dituliskan dengan tepat;

 

Pembelajaran dengan suasana belajar geografi berbeda dengan gerakan pindah posisi, komunikasi sesama siswa secara cepat, menjadi pengalaman baru. Kesigapan dan mampu bergerak membaca situasi sekitar memperkuat motorik siswa. Interaksi menjadikan pembelajaran berkesadaran tumbuh pada diri siswa. Pengalaman bermakna didapatkan karena capaian tujuan pembelajaran sesuai diharapkan dengan proses yang menyenangkan walau bertanya dengan level kritis. Melatih komunikasi percakapan yang terstruktur, sistematis dan terukur dengan waktu yang tersedia.

            Aktivitas implementasi metode belajar tanya jawab dengan teknik 8 kotak bisa diterapkan pada banyak materi geografi kelas X, XI dan XII dengan menyesuaikan kedalaman materi. Pertanyaan-pertanyaan dapat diubah sesuai capaian pembelajaran siswa di kelas. 

            Pembelajaran aktif berbasis aktivitas siswa menjadikan pembelajaran geografi di kelas semakin membumi untuk diterapkan. Siswa cerdas berkarakter istimewa, guru sejahtera ikhlas bahagia.

 

Catatan:

Tulisan ini bagian dari buku Membumikan Kelas Geografi: Kumpulan Praktik Baik Guru Geografi dari Berbagai Penjuru Indonesia yang diterbitkkan Ahsyara Media Indonesia tahun 2025.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x